{"id":1438,"date":"2021-06-11T13:58:46","date_gmt":"2021-06-11T06:58:46","guid":{"rendered":"http:\/\/hospitourism.com\/?p=1438"},"modified":"2022-02-25T14:19:49","modified_gmt":"2022-02-25T07:19:49","slug":"banana-brow-trial-banana-muffin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/2021\/06\/11\/banana-brow-trial-banana-muffin\/","title":{"rendered":"Banana Brow &#038; Trial Banana Muffin"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Pada hari Kamis tanggal 10 Juni 2021 lalu, Mahasiswa <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Tourism Department<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> melakukan kegiatan membuat produk makanan ringan Banana Brow. Makanan tersebut akan dijual secara online bagi mahasiswa peminatan Akomodasi dan Katering sebagai tugas pengganti magang atau proyek magang. Kegiatan ini merupakan PO <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">batch <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">tiga di bulan Juni 2021. Kegiatan ini dilakukan oleh Anastasia, Naomy, dan Nadine yang diawasi oleh Shiao Fang selaku penanggung jawab atas laboratorium (laboran).\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Banana Brow merupakan salah satu snack yang diproduksi dan dijual di Le Caf\u00e9. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Brownies <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">pisang ini dibuat dengan menggunakan tepung pisang organik sebagai bahan utamanya. Tepung pisang akan dicampur dengan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">dark chocolate <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">serta <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">espresso<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dengan perpaduan rasa rum sehingga menambah cita rasa manis dan pahit dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">snack<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> tersebut. Penjualan Banana Brow per porsi sebesar Rp 8.000\/pcs dan biaya kirim ditanggung oleh pembeli. Produk Banana Brow kali ini terdapat perubahan bahan yaitu mengganti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">espresso<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dengan menggunkan kopi hitam instan Nescafe. Dengan ada nya perubahan ini mahasiswi telah memastikan rasa produk yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan rasa hasil dari resep asli.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Banana Brow diproduksi sebanyak pesanan dari permintaan konsumen yaitu sebanyak 36 pcs pesanan. Oleh karena itu, mahasiswi menggunakan\u00a0 4\u00bd resep dalam proses produksinya. Dari lima resep tersebut hasil yang didapatkan adalah sebanyak 36 pcs <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brownie<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Setelah membuat selama kurang lebih tiga jam dari persiapan hingga proses pembungkusan, akhirnya Banana Brow pun siap di antar kepada konsumen.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1440 size-full\" src=\"http:\/\/hospitourism.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Banana-Brow-Trial-Banana-Muffin-1.png\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"279\" srcset=\"https:\/\/hospitourism.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Banana-Brow-Trial-Banana-Muffin-1.png 738w, https:\/\/hospitourism.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Banana-Brow-Trial-Banana-Muffin-1-300x113.png 300w, https:\/\/hospitourism.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Banana-Brow-Trial-Banana-Muffin-1-360x136.png 360w\" sizes=\"(max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain membuat pesanan Banana Brow mahasiswi juga melakukan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">trial snack <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">baru yang akan dijual di minggu berikutnya. Makanan ringan tersebut yaitu Banana Muffin. Banana Muffin<\/span> <span data-contrast=\"auto\">merupakan<\/span><i><span data-contrast=\"auto\"> muffin<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> pisang yang salah satu bahan utamanya menggunakan buah pisang asli, bisa menggunakan pisang ambon atau pisang <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">sunpride<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span> <span data-contrast=\"auto\">Untuk Banana Muffin ini mahasiswi menggunakan pisang ambon matang. Oleh karena itu, walaupun Banana Brow dan Banana Muffin sama-sama memiliki rasa pisang namun bahan yang digunakan untuk mendapatkan rasa pisangnya berbeda, dimana Banana Brow menggunakan tepung pisang organik sedangkan Banana Muffin menggunakan buah pisang ambon. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Trial <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">ini juga dilakukan untuk menyeimbangkan rasa dari tiap bahan dan memastikan takaran maupun suhu dalam proses pembuatan sesuai, sehingga rasa maupun bentuk keseluruhan yang dihasilkan enak dan dapat dinikmati oleh pembeli. Tidak lupa juga selama proses produksi mahasiswi tetap mengikuti dan mentaati peraturan kesehatan dan kebersihan yang berlaku di Laboratorium demi menjaga kualitas makanan agar aman dikonsumsi oleh pembeli.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">(Naomy F, 2017)<\/span><\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari Kamis tanggal 10 Juni 2021 lalu, Mahasiswa Tourism Department melakukan kegiatan membuat produk makanan ringan Banana Brow. Makanan tersebut akan dijual secara online bagi mahasiswa peminatan Akomodasi dan Katering sebagai tugas pengganti magang atau proyek magang. Kegiatan ini <a href=\"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/2021\/06\/11\/banana-brow-trial-banana-muffin\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1438"}],"collection":[{"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1438"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1441,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1438\/revisions\/1441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hospitourism.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}